Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Siswa SMAN 1 Padarincang Dirawat di Puskesmas

SERANG.GLOBALWIJAYA.COM– Sebuah video yang beredar luas di grup warga Padarincang memperlihatkan sejumlah siswa SMAN 1 Padarincang terbaring lemas di Puskesmas Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, diduga akibat keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mulai mengalami gejala seperti pusing, mual, dan lemas usai menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Beberapa siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Padarincang untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai jumlah pasti siswa yang terdampak dan hasil pemeriksaan medis.
Kejadian ini memicu perhatian publik terkait pengawasan mutu dan standar kesehatan makanan dalam program MBG, khususnya pada proses pengolahan dan distribusi makanan kepada siswa.
Ketua LSM Trinusa Kabupaten Serang, Ade Putra Suryana, menilai program MBG pada dasarnya merupakan program yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi pelajar. Namun, ia menegaskan bahwa aspek kesehatan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama.
“Saya percaya program MBG dari Pak Prabowo ini program yang bagus. Hanya saja aspek kesehatan dan mutu harus jadi prioritas,” ujar Ade kepada wartawan.
Ade juga meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur.
“Saya meminta pihak SPPG yang memberikan MBG ke SMAN 1 Padarincang dapat bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap dapur penyedia MBG guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar diterapkan.
Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sementara itu, pihak terkait masih diharapkan segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk hasil pemeriksaan sampel makanan dan kondisi terkini para siswa yang menjalani perawatan.
Red/Bentar
Post Comment