Proyek Revitalisasi SMP PGRI 2 Kragilan Disinyalir Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan K3

Serang,Sabtu,30mei 2026.Globalwijaya.com.-Proyek revitalisasi SMP PGRI 2 Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026, disinyalir dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja, serta tidak mengikuti standar operasional prosedur.

Berdasarkan Papan Informasi Publik, kegiatan ini berjudul “Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026” dengan nilai Rp1.200.124.000. Pelaksana adalah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender.

Temuan di Lapangan
Investigasi Globalwijaya.com di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan:
- Lemahnya pengawasan dari pihak sekolah/P2SP.
- Penggunaan semen merek Conch yang diduga tidak sesuai harga satuan.
- Ukuran besi tidak sesuai spesifikasi.
- Jarak cincin atau ring tidak sesuai ketentuan.
- Tidak terpasangnya police line di area proyek.
- Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri.

Seorang pekerja yang enggan disebut namanya menyebut upah harian Rp120.000 untuk kenek dan Rp150.000 untuk tukang. Ia juga mengatakan pekerja enggan memakai sepatu boot dan helm karena “ribet dan panas”.

Keterangan Pihak Sekolah
Saat dikonfirmasi, kepala sekolah dan ketua komite tidak berada di tempat. Saepi, staf guru, mengatakan kepala sekolah sedang di Bandung dan ketua komite sedang tidak sehat.
“Untuk pekerja, ada warga sini juga. Ukuran besi yang kami pakai 12 mm dan 8 mm untuk ring, jarak cincin 20 cm, semen pakai Conch. APD sudah kami sediakan, mungkin pekerja tidak pakai karena panas dan tidak betah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan pengabaian K3 perlu segera diklarifikasi agar tidak membahayakan pekerja dan siswa.
Red /samsul
Post Comment