Warga Griya Reang Indah Tanam Pisang, Bentuk Protes Keras terhadap Pengembang PT. Edisen Murni

Kota Serang, Globalwijaya.com – Aksi protes keras pecah di Perumahan Griya Reang Indah, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Warga melakukan aksi menanam pohon pisang di tengah jalan lingkungan sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap pengembang, PT. Edisen Murni, yang diduga menjadi penyebab hancurnya fasilitas umum di wilayah tersebut.
Perumahan yang masuk dalam wilayah RW 10 dan mencakup 4 RT ini sebenarnya baru saja menikmati pembangunan jalan hotmix dan saluran drainase (U-Ditch) dari Pemerintah Kota Serang sekitar satu tahun yang lalu. Namun, kondisi infrastruktur tersebut kini rusak parah; jalan amblas, retak-retak, dan saluran air banyak yang jebol.
Warga menuding kerusakan ini dipicu oleh aktivitas kendaraan berat pengangkut material proyek untuk pembangunan unit rumah baru di ujung kawasan perumahan. Kendaraan-kendaraan tersebut dinilai membawa beban yang jauh melampaui kapasitas tonase jalan lingkungan.
Suara Ketua RW dan Aspirasi Warga
Ketua RW 10, Endang Ruspandi, menjelaskan bahwa aksi tanam pisang ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk pertahanan warga terhadap lingkungan mereka.
“Warga sangat menyayangkan kondisi jalan yang baru dibangun oleh Pemkot Serang belum genap satu tahun, namun kini sudah banyak yang amblas akibat muatan kendaraan material pembangunan dari pengembang PT. Edisen Murni,” tegas Endang.
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Badri, aktivis warga Perumahan Griya Reang Indah. Ia mengecam keras sikap pengembang yang dinilai arogan karena mengabaikan dampak sosial dan fisik bagi warga sekitar.
“Pengembang perumahan hanya mementingkan keuntungan perusahaan tanpa memikirkan dampak hancurnya jalan lingkungan kami. Kendaraan bertonase berat terus keluar masuk tanpa ada rasa tanggung jawab,” ujar Badri dengan nada tinggi.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga juga menyoroti bahaya fisik bagi pengguna jalan. Banyak anak-anak yang terjatuh saat bersepeda dan gerobak pedagang yang terperosok akibat lubang yang menganga.
Warga menyatakan telah melakukan teguran berkali-kali, namun hanya mendapatkan janji manis yang tak kunjung terealisasi. Badri menegaskan bahwa jika perbaikan jalan dan drainase tidak segera dilakukan, warga siap melakukan konsolidasi untuk aksi yang lebih masif.
“Jika pengembang tidak segera memperbaiki jalan dan drainase yang ambrol, kami siap melakukan aksi besar-besaran dan menuntut pertanggungjawaban pengembang maupun Pemerintah Kota Serang melalui dinas terkait,” pungkasnya.
Tulis : Jaka (Jbb Kota Serang)
Post Comment