PROYEK REKONTRUKSI JALAN SADIK – SIMANGU DIDUGA GAGAL KONTRUKSI, ABAIKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN LEMAHNYA PENGAWASAN*

PROYEK REKONTRUKSI JALAN SADIK – SIMANGU DIDUGA GAGAL KONTRUKSI, ABAIKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN LEMAHNYA PENGAWASAN*

Kota Serang,Globalwijaya.com.- Proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu di Kp. Simangu, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan struktur yang mencurigakan. Jalan yang baru tahap pekerjaan sudah retak dan disinyalir tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan lemahnya pengawasan dari pelaksana CV. KARATON MEGA KARYA.

INFORMASI PROYEK

  • Nilai kontrak: Rp 12.398.700.000
  • Tanggal kontrak: 23 Februari 2026
  • No SPK: 620/03/SP-PPK/TENDER, RKNS/BM-DPUPR/2026
  • Pelaksana Kontraktor: CV. KARATON MEGA KARYA
  • Konsultan pengawas: TRI KARYA KONSULTAN
  • Sumber dana: APBD Kota Serang tahun anggaran 2026

KEJANGGALAN PROYEK

  1. Kerusakan Struktur: Jalan yang baru tahap pekerjaan sudah retak dan menunjukkan tanda-tanda kegagalan struktur.
  2. Tidak Sesuai SOP: Proyek diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
  3. Lemahnya Pengawasan: Pengawasan dari pelaksana CV. KARATON MEGA KARYA diduga lemah dan tidak efektif.

PENYEBAB KERETAKAN

  1. Beban Berlebih (Overloading): Struktur menahan beban statis atau dinamis yang melebihi kapasitas rencana awal.
  2. Masalah pada Pondasi dan Tanah: Penurunan tanah atau pergerakan yang tidak seragam, sehingga struktur atas beton tertarik dan akhirnya patah.
  3. Kesalahan Campuran Material: Kelebihan air, mutu beton rendah, atau kesalahan proporsi campuran.
  4. Proses Pengeringan yang Salah: Beton mengering terlalu cepat atau kurang perawatan.
  5. Kesalahan Pelaksanaan dan Desain: Pemadatan kurang sempurna, besi tulangan tidak sesuai, atau posisi pemasangan tidak tepat.

Sorotan Tajam Warga Terkait Proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu yang Retak Parah

Salah satu warga setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu yang retak parah. “Ia kang, itu retakan parah amat yah, ini bukan keretakan biasa tapi patah kebawah. Harusnya kalau pekerjaan belum selesai jangan dilalui kendaraan, saya lihat banyak yang lalu lalang ini,” ucap warga tersebut.

Warga tersebut juga mempertanyakan mengapa proyek yang belum selesai sudah dilalui oleh kendaraan, yang dapat memperburuk kondisi jalan.

Pelaksana Proyek Mengabaikan Konfirmasi

Awak media telah mencoba menghubungi Abim, pelaksana proyek dari CV. MEGA KARATON KARYA, melalui WhatsApp untuk meminta konfirmasi terkait proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu. Namun, Abim tidak merespons atau mengabaikan konfirmasi awak media.

Proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu dalam Sorotan Publik

Proyek Rekontruksi Jalan Sadik – Simangu telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan struktur yang mencurigakan. Jalan yang baru tahap pekerjaan sudah retak dan disinyalir tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan lemahnya pengawasan dari pelaksana CV. KARATON MEGA KARYA.

Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini dan meminta kepada pihak terkait untuk melakukan investigasi dan evaluasi terhadap proyek ini.

TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN

  • Pihak terkait harus melakukan investigasi dan evaluasi terhadap proyek ini
  • Pelaksana proyek harus bertanggung jawab atas kegagalan struktur ini
  • Masyarakat harus waspada dan melaporkan jika ada kejanggalan pada proyek ini
  • Aparat hukum harus segera mengambil tindakan tegas terhadap dugaan korupsi dan abai standar operasional ini.

PERMINTAAN KAMI SELAKU KONTROL SOSIAL

  • Kami meminta kepada pihak terkait untuk melakukan investigasi dan evaluasi terhadap proyek ini
  • Kami meminta kepada pelaksana proyek untuk bertanggung jawab atas kegagalan struktur ini
  • Kami meminta kepada masyarakat untuk waspada dan melaporkan jika ada kejanggalan pada proyek ini.

Red/Tim investigasi.

Post Comment

You May Have Missed