×

Proyek ‘Siluman’ atau Kelalaian? Rekonstruksi Jalan Masigit-Terumbu Rp 2,8 Miliar Disorot Tim Investigasi Globalwijaya!

Proyek ‘Siluman’ atau Kelalaian? Rekonstruksi Jalan Masigit-Terumbu Rp 2,8 Miliar Disorot Tim Investigasi Globalwijaya!

Kota Serang | Globalwijaya.com – Tim Investigasi Media Globalwijaya kembali menemukan fakta mencengangkan di lapangan. Proyek Rekonstruksi Jalan Masigit-Terumbu yang dibiayai dari pajak rakyat senilai Rp 2.871.330.000 (Dua Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah) diduga dikerjakan asal-asalan dan jauh dari standar teknis yang diharapkan.

Proyek yang pelaksanaannya dipercayakan kepada CV. JJ ARBAS UTAMA dengan pengawasan dari CV. CITRA NUSA KONSULINDO ini, terpantau menyuguhkan pemandangan yang memicu tanda tanya besar terkait komitmen kualitas dari pihak kontraktor.

  1. Besi Tulangan “Ciut” dan Berkarat: Hasil pengecekan fisik menggunakan jangka sorong digital oleh tim menunjukkan diameter besi yang digunakan hanya berada di kisaran 9,1 mm hingga 9,3 mm. Jika dalam RAB disyaratkan besi 10 mm, maka temuan ini merupakan indikasi kuat adanya “penciutan” spesifikasi material. Ironisnya, besi-besi tersebut juga nampak berkarat merata, yang jika tetap dipasang tanpa pembersihan, akan melemahkan daya ikat beton dan mempercepat kerusakan struktur jalan.
  2. Beton Baru yang ‘Bernasib’ Retak: Belum juga genap masa pemeliharaan, beton di beberapa titik sudah menunjukkan keretakan memanjang yang cukup mengkhawatirkan. Selain itu, lapisan atas beton terlihat sangat rapuh dan mudah hancur/terkelupas saat disentuh. Kondisi ini menjadi bukti nyata adanya kegagalan dalam proses pencampuran atau perawatan (curing) beton.
  3. Manajemen Lapangan yang Amburadul: Banyaknya jejak kaki unggas di atas cor-coran beton yang masih basah menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan rendahnya profesionalisme pekerja di lokasi. Proyek miliaran rupiah seolah dibiarkan tanpa penjagaan dan perlindungan yang layak.
  4. Dugaan Pengawasan Teknis yang Lemah: Kondisi pekerjaan yang telah menunjukkan kerusakan dini memunculkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan teknis di lapangan. Pengawas proyek dinilai gagal memastikan mutu pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar konstruksi yang berlaku. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka potensi kerugian negara dan risiko terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan akan semakin besar.
  5. Dugaan Pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Tim Investigasi Globalwijaya juga menyoroti lemahnya penerapan standar K3 di lokasi proyek. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, seperti helm proyek, rompi keselamatan, hingga sepatu safety. Selain itu, area pekerjaan minim rambu-rambu peringatan dan pengamanan lokasi, sehingga berpotensi membahayakan pekerja maupun pengguna jalan yang melintas. Kondisi ini diduga bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Pemerintah terkait penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Pimpinan Redaksi Media Globalwijaya angkat bicara:
“Kami tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat sebesar Rp 2,8 Miliar ini ‘dibuang-buang’ untuk hasil pekerjaan yang kualitasnya diragukan. Ini bukan sekadar soal membangun jalan, tapi soal keselamatan warga dan akuntabilitas anggaran publik,” tegas tim redaksi Globalwijaya di lokasi.

Media Globalwijaya mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja CV. JJ ARBAS UTAMA. Kami juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari CV. CITRA NUSA KONSULINDO yang seolah menutup mata terhadap dugaan pelanggaran spek material, lemahnya penerapan K3, dan kerusakan dini ini.

Jangan biarkan proyek ini menjadi “proyek siluman” yang fisiknya ada, tapi kualitasnya hampa. Rakyat Serang berhak mendapatkan jalan yang kokoh, aman, dan sesuai standar mutu, bukan sekadar polesan beton yang dalam hitungan bulan akan kembali hancur.

Tim Investigasi Globalwijaya akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.

Laporan : Tim Investigasi Globalwijaya.com

Post Comment

You May Have Missed