Ratusan Warga Dusun Silangit Gelar Musyawarah, Bahas Penolakan Akses Jalan Angkutan Hasil Tambang

serang,Globalwijaya ,com.BANJARNEGARA – Ratusan warga Dusun Silangit, Desa Wanadri, menggelar musyawarah bersama di Aula PAUD Al Askar, Dusun Silangit, Desa Wanadri, Minggu (28/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri warga dari enam RT untuk membahas polemik penolakan penggunaan jalan di wilayah mereka sebagai jalur angkutan hasil tambang pasir putih.
Musyawarah berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Warga menyampaikan aspirasi secara terbuka dengan tujuan mencari kesepahaman terkait dampak lalu lintas kendaraan angkutan tambang.
Ketua Pemuda Dusun Silangit, Saryo, yang akrab disapa Kantong, mengatakan bahwa hasil musyawarah menunjukkan adanya kesamaan sikap masyarakat.
“Pertemuan hari ini adalah menyamakan suara masyarakat, yaitu menolak jalan di wilayah tiga desa tersebut digunakan sebagai jalur angkutan hasil penambangan pasir putih di Dusun Krinjing, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara,” ujarnya.
Sejumlah perwakilan warga, khususnya kaum ibu, juga menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana penggunaan jalan desa sebagai akses kendaraan tambang. Menurut mereka, keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah, menjadi pertimbangan utama.
“Kami menolak dan tetap menolak jalan di tiga desa dilewati kendaraan tambang. Kami masih trauma, anak-anak kami yang berangkat ke sekolah takut karena lalu lintas akan dipenuhi mobil truk bermuatan hasil tambang,” ungkap salah seorang perwakilan warga.
Sementara itu, Kepala Dusun Silangit, Marsono, menyatakan bahwa pemerintah dusun menghormati aspirasi masyarakat.
“Pada intinya kami mendukung apa yang menjadi keinginan warga. Jika masyarakat menolak, kami tidak berani memaksakan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wanadri maupun pihak pengelola tambang belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan. Oleh karena itu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa maupun pihak penambang terkait aspirasi yang disampaikan warga.
(Tim, sokim)
Post Comment