×

Aktivis Ciomas persoalkan Administrasi SPPG Dapur MBG Sukadana, Minta Transparansi Mekanisme

Aktivis Ciomas persoalkan Administrasi SPPG Dapur MBG Sukadana, Minta Transparansi Mekanisme

Serang, Globalwijaya.com – Sejumlah warga dan aktivis di Kecamatan Ciomas, Kabupaten serang.
mempertanyakan administrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sukadana yang disebut memakai atas nama Desa Sukarena.

Persoalan ini disuarakan oleh salah satu aktivis Ciomas, Habudin. Ia menilai kebijakan dapur MBG di wilayahnya tidak tepat sasaran.

“Kalau benar itu aturan atau pelimpahan dari yayasan ataupun pusat mana bukti-buktinya. Kami sangat mendorong program Pak Prabowo dengan adanya MBG ini. Tetapi kami tidak mau dibohongi dengan mekanisme yang ada,” ujar Habudin saat dikonfirmasi,

Menurutnya, selama ini warga memilih diam karena belum memahami sistem MBG. Namun sebagai kontrol sosial, warga merasa wajib mempertanyakan pengelolaan SPPG.

“Kami diam karena ketidakpahaman terkait sistem. Tetapi kami sebagai kontrol sosial wajib mempertanyakan soal ini,” tegasnya.

Disorot: Beda Nama Desa dengan Lokasi Dapur
Inti persoalan yang disorot warga adalah ketidaksesuaian antara lokasi fisik dapur yang berada di Sukadana, dengan administrasi SPPG yang disebut terdaftar atas nama Desa Sukarena. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan terkait wilayah cakupan dan penerima manfaat.

Berdasarkan Perpres 115/2025 tentang Tata Kelola MBG, penyelenggaraan dapur SPPG memang dapat melibatkan kemitraan multi pihak. Termasuk BUMDes, koperasi desa/kelurahan, yayasan, dan pihak swasta lainnya. Aturan itu juga mewajibkan akuntabilitas dana, pelaporan, dan pengadaan barang/jasa mengikuti ketentuan pemerintah.

Namun warga meminta pihak terkait menunjukkan dokumen dasar hukum pengelolaan. Seperti SK Penetapan SPPG, Perjanjian Kemitraan dengan Badan Gizi Nasional/BGN, serta data penerima manfaat yang menjadi sasaran dapur MBG Sukadana.

Tuntutan Transparansi
Warga mendesak BGN dan Pemerintah Kabupaten Kab. Serang membuka dokumen terkait SPPG dimaksud. Hal itu dinilai penting agar program MBG berjalan sesuai semangat awal: tepat sasaran dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPPG dapur MBG Sukadana maupun BGN terkait persoalan administrasi yang dipersoalkan warga.

(Red/Bentar)

Post Comment

You May Have Missed