×

Dugaan Kekerasan Seksual Menimpa Mahasiswi UIN SMH Banten, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Dugaan Kekerasan Seksual Menimpa Mahasiswi UIN SMH Banten, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Kota Serang, 05 Juni 2026, Globalwijaya.com — Jagat media sosial dihebohkan oleh pengakuan pilu seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @aziz_jangan_kabur membagikan kronologi yang diklaim dialami korban hingga menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Informasi tersebut turut diterima redaksi Globalwijaya.com melalui sejumlah tangkapan layar percakapan dan kronologi yang dikirimkan oleh akun Instagram @aziz_jangan_kabur. Dalam pesan yang diterima redaksi, akun tersebut menyampaikan dugaan tindak kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi dan meminta agar kasus tersebut mendapat perhatian publik.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi serta informasi yang beredar di media sosial, peristiwa tersebut bermula dari perkenalan korban dengan seorang pria berinisial A yang disebut sebagai kakak tingkat sejak akhir tahun 2023. Dalam pengakuannya, korban menyebut pelaku diduga menggunakan berbagai modus, mulai dari meminta bantuan finansial hingga mengajak korban belajar dan mengerjakan tugas kuliah bersama di tempat tinggalnya.

Dalam kronologi yang beredar, korban mengaku pelaku sengaja mengondisikan situasi agar mereka hanya berdua di dalam rumah. Saat korban datang untuk membantu mengerjakan tugas, pelaku diduga mengunci pintu rumah dan melakukan tindakan kekerasan seksual secara paksa.

“Pas aku datang dia naik ke atas, dia nutup pintu dan ngunci pintu rumah gede. Aku udah berani nolak, tapi ya mau gimana lagi dia nekat. Mau lari pun keluar keburu ketangkap, posisi di perumahan sepi,” tulis korban dalam pesan yang beredar dan diterima redaksi.

Korban mengaku mengalami trauma mendalam setelah kejadian tersebut. Selain dampak psikologis yang dirasakan, korban juga menyebut dirinya mengalami kerugian materi karena selama ini sering dimanfaatkan oleh pelaku. Dalam pengakuannya, korban turut menduga bahwa pelaku pernah melakukan tindakan serupa terhadap perempuan lain.

Kasus ini memicu reaksi luas dari masyarakat dan warganet yang menyampaikan dukungan kepada korban serta mendesak agar dugaan kasus kekerasan seksual tersebut diusut secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, informasi yang diterima redaksi masih berupa pengakuan korban, tangkapan layar percakapan, serta keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram @aziz_jangan_kabur. Globalwijaya.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak terduga pelaku maupun pihak kampus terkait dugaan kasus tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang berkepentingan guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

Red/Kus

Post Comment

You May Have Missed