DUGAAAN KERACUNAN MASSAL SMA 1 PADARINCANG , PIHAK SEKOLAH DAN MBG TUNGGU HASIL PENGECEKAN DINKES KAB. SERANG!

DUGAAAN KERACUNAN MASSAL SMA 1 PADARINCANG , PIHAK SEKOLAH DAN MBG TUNGGU HASIL PENGECEKAN DINKES KAB. SERANG!

Serang,26 Mei 2026.Globalwijaya.com,-Dugaan keracunan makanan di SMA 1 Padarincang,Kecamatan Padarincang,Kabupaten Serang,Provinsi Banten masih dalam penyelidikan oleh pihak terkait ,Pihak sekolah dan MBG Padarincang masih menunggu hasil lab sample makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampai saat ini, 73 siswa dan 15 guru dilaporkan terdampak setelah mengkonsumsi makanan dari MBG Padarincang Citasuk

Pihak berwenang masih melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru jika ada perkembangan signifikan.

Kejadian keracunan makanan di SMA 1 Padarincang, Serang, pada Rabu, 20 Mei 2026, masih dalam penyelidikan. Hasil penelusuran media Globalwijaya .com menunjukkan bahwa data yang diterima berbeda dengan data dari SPPG Padarincang Citasuk.

Kronologi Kejadian

  • 73 siswa dan 15 guru dilaporkan terdampak setelah mengkonsumsi makanan dari MBG
  • 32 siswa dilarikan ke Puskesmas akibat mual dan gejala lainnya

Pihak sekolah dan MBG Padarincang masih menunggu hasil lab sample makanan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut

Humas SMA 1 Padarincang, Lilis Nurmalia, membenarkan kejadian dugaan keracunan makanan yang menimpa beberapa siswa dan guru pada Rabu, 20 Mei 2026. “Kejadian itu emang benar ya pak, beberapa siswa dan guru memang mengalami gejala-gejala yang disebutkan,” ujarnya.

Oplus_131072

Lilis mengatakan bahwa pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinkes Kab. Serang untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut. “Kami masih menunggu hasil itu, apakah itu dari makanan MBG atau bukan,” tambahnya.

Pihak sekolah belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut sampai hasil pemeriksaan selesai.

Humas SMA 1 Padarincang, Lilis Nurmalia, dan staf tata usaha, Candra, membenarkan bahwa gejala keracunan makanan mulai dirasakan siswa beberapa jam setelah mereka mengkonsumsi makanan pada Rabu, 20 Mei 2026. Gejala seperti mual, pusing, dan lainnya dialami oleh 73 siswa dan 15 guru.

Lilis mengatakan bahwa awalnya, beberapa siswa dan guru mengalami gejala yang mirip dengan masuk angin, sehingga tidak terlalu diperhatikan. Namun, ketika beberapa siswa datang ke Puskesmas dengan gejala yang sama pada Jumat, pihak sekolah mulai melakukan pengecekan dan menemukan bahwa ada beberapa siswa dan guru lainnya yang mengalami gejala serupa.

Candra juga mengalami gejala serupa dan mengatakan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Padarincang untuk mencari solusi. “Alhamdulillah sudah ada ikhtikad baik dari pihak MBG,” ujarnya. Pihak sekolah masih menunggu investigasi dari pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut.

Plt. Kepsek SMA 1 Padarincang, Acep Mahmudin membenarkan bahwa kejadian dugaan keracunan makanan terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, dan gejala mulai dirasakan siswa sekitar pukul 15:00. “Emang benar kejadian tersebut hari Rabu,20 Mei 2026 dan ada siswa mulai ada gejala jam 15:00, kami menganggap siswa tersebut biasa saja mungkin masuk angin,” ujarnya.

Acep Mahmudin mengatakan bahwa jumlah siswa dan guru yang terdampak dugaan keracunan makanan adalah 73 siswa dan 15 guru. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kecamatan,Polsek, Koramil, dan Puskesmas, untuk mencari solusi dan dari pihak Kami sekolah meminta pengelola dapur Mbg bertanggung jawab dan buktikan langkah yang terbaik.

Camat Padarincang, Agus Saepudin,SE
Mis. meminta agar pihak sekolah dan MBG musyawarah untuk mencari solusi. “Kami selalu pihak kecamatan meminta kepada pihak sekolah dan pihak MBG harus musyawarah,” ujarnya.

Saat awak media mendatangi Dapur Mbg yang disebutkan diatas untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan keracunan massal yang dialami Siswa SMA 1 Padarincang ,sangat disayangkan Latipi selaku Kordinator Kecamatan (Korcam) Sppg padarincang Citasuk setelah menanyakan identitas kami selaku media globalwijaya.com.diabaikan dan meninggalkan pergi seakan akan tidak mau dikonfirmasi

Kami awak media menemui Kepala SPPG Padarincang Citasuk, Harun, mengatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Kami dari pihak SPPG Padarincang Citasuk tidak mengharapkan hal ini terjadi atas kejadian hari Rabu, 20 Mei 2026, kami akan evaluasi,” ujarnya.

Pihak sekolah dan SPPG masih menunggu hasil pengecekan dari Dinkes Kab. Serang untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut

Red/Tim investigasi globalwijaya

Post Comment

You May Have Missed