WARGA KAMPUNG GUHA CIOMAS SEPAKAT CEGAH PENDAKIAN GUNUNG KARANG, SESPUH: GUNUNG KARAMAT JANGAN DIGANGGU*

SERANG, Media Global Wijaya – Masyarakat Kampung Guha, Desa sukarena Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, sepakat untuk melakukan pencegahan terhadap aktivitas pendakian Gunung Karang, baik oleh warga pribumi maupun wisatawan dari luar daerah.
Kesepakatan tersebut digagas oleh salah satu sesepuh Kampung Guha, H. Mahdi, sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga kelestarian dan kesakralan Gunung Karang.
Menurut H. Mahdi, Gunung Karang bukan gunung biasa. Gunung dengan ketinggian 1.778 mdpl tersebut merupakan gunung keramat dan salah satu gunung paling angker di Banten yang menyimpan banyak pantangan adat.
“Kenapa dilarang mendaki? Gunung Karang itu bukan tempat wisata. Itu tempat pertapaan leluhur, tempat wali. Kalau sembarangan didaki, apalagi dengan perilaku tidak sopan, nanti yang kena musibah bukan hanya pendakinya, tapi kampung kami juga yang kena imbasnya,” ujar H. Mahdi kepada Media Global Wijaya, Selasa (7/10/2026).
Ia menjelaskan, beberapa tahun terakhir banyak pendaki ilegal yang naik melalui jalur Kampung Guha tanpa izin, membuang sampah sembarangan, berbuat asusila di puncak, dan mengucapkan kata-kata kotor yang melanggar adat.
“Jalur Guha itu jalur lama, jalur adat. Bukan jalur pendakian umum. Kalau mau naik, silakan lewat jalur resmi Kaduengang. Tapi kalau lewat Guha, kami akan cegat. Ini demi keselamatan pendaki itu sendiri,” tegasnya.
H. Mahdi menambahkan, masyarakat Kampung Guha juga khawatir akan kerusakan lingkungan. Gunung Karang adalah sumber air utama bagi warga Ciomas dan sekitarnya. Jika hutannya rusak akibat ulah pendaki yang tidak bertanggung jawab, mata air akan hilang.
Tokoh masyarakat lainnya mendukung penuh ajakan H. Mahdi. Mereka bahkan sudah memasang portal dan pos jaga swadaya di pintu masuk jalur pendakian Kampung Guha untuk memutar balikkan setiap pendaki.
“Kami bukan melarang orang berwisata, tapi kami menjaga warisan leluhur. Gunung Karang harus dihormati,” pungkas H. Mahdi.
Diketahui, Gunung Karang memiliki dua puncak keramat yaitu Puncak Sumur Tujuh dan Puncak Kawah yang dipercaya masyarakat sebagai tempat petilasan Syekh Maulana Mansyuruddin, penyebar Islam di Banten.
Post Comment