Bangun Keluarga Literat dan Masyarakat Berdaya, Tbm Titik Literasi Karang Asem Gelar Pelatihan Literasi Keluarga dan Masyarakat.

Globalwijaya, com.Serang 30 Agustus 2026, Keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang cerdas, mandiri, dan berdaya. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “Literasi, Keluarga, dan Masyarakat” yang mempertemukan keluarga, masyarakat, serta para pemerhati pendidikan dan literasi.
Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk meningkatkan kesadaran bahwa budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, berkomunikasi, serta mengambil keputusan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho selaku Founder menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya literasi sejak dini.
Keluarga adalah tempat pertama anak belajar dan mengenal dunia. Karena itu, membangun budaya literasi harus dimulai dari rumah. Ketika keluarga memiliki kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menyaring informasi dengan baik, maka akan lahir masyarakat yang semakin kritis, cerdas, dan berdaya,” ujar Agung.
Sementara itu, Nurwita Kumala Dewi selaku fasilitator Pengembangan diri, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuhnya kebiasaan literasi.
Menurutnya, orang tua tidak harus selalu menyediakan kegiatan yang bersifat formal. Kebiasaan sederhana seperti membaca bersama, berdiskusi tentang berita, mendengarkan pendapat anak, dan mengajak anak mencari informasi yang benar dapat menjadi bagian dari praktik literasi keluarga.
Literasi akan tumbuh menjadi kebiasaan apabila dilakukan secara konsisten dan menyenangkan. Orang tua dapat menjadi contoh dengan menunjukkan bahwa membaca dan belajar merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, jelas Nurwita.
Narasumber kedua, Bunda Susi selaku Dosen FKIP Uniba, menambahkan bahwa penguatan literasi di mulai dari kelurga, keluarga berperan dalam menumbuh kembangkan literasi sejak dini, Orangtua sebagai teladan untuk anak anaknya luangkan waktu 15 menit baca buku, ceritakan buku yang sedang orangtua baca dan tunjukkan kalau membaca itu menyenangkan.
Ada beberapa tahapan orangtua untuk membacakan buku terhadapnya anak, tahapan pra membaca untuk anak usia 0-2 tahun, tahapan pengenalan bahasa untuk 2-3 tahun, tahapan membaca gambar untuk usia 3-4 tahun dan yang terakhir tahapan membaca awal pada usia 4-5 tahun, ungkap Susi.
Keluarga Indonesia Berdaya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara keluarga dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Gerakan literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi budaya belajar, berdialog, berbagi pengetahuan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui penguatan peran keluarga, Keluarga Indonesia Berdaya meyakini bahwa masyarakat yang berdaya dapat dibangun dari rumah, melalui keluarga yang gemar belajar, mampu beradaptasi, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan lingkungan dan bangsa.
Post Comment