×

Nyaris Ambruk Akibat Miring, Rumah Pasutri di Tunjung Teja Butuh Atensi Mendesak Pemkab Serang dan Pemprov Banten

Nyaris Ambruk Akibat Miring, Rumah Pasutri di Tunjung Teja Butuh Atensi Mendesak Pemkab Serang dan Pemprov Banten

Kab.Serang, Globalwijaya.com – Potret kemiskinan dan hunian tidak layak anak-bangsa kembali mencuat di Kabupaten Serang. Rumah panggung berbahan anyaman bambu milik pasangan suami istri, Bapak Arwata dan Ibu Umsani, yang terletak di Kampung Kubang Munai, RT 016/RW 004, Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjung Teja, kini kondisinya sangat kritis dan nyaris ambruk.

Struktur bagian depan rumah tersebut dilaporkan mengalami kemiringan parah setelah dihantam cuaca buruk pada malam sebelumnya. Menyadari ancaman keselamatan yang mengintai jiwa penghuninya, warga sekitar bergerak cepat melakukan rehabilitasi darurat secara swadaya guna menyangga bangunan agar tidak roboh total. Namun, perbaikan darurat ini dinilai belum cukup tanpa adanya intervensi dari pemerintah daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah Bapak Arwata dan Ibu Umsani jauh dari kata layak dan aman. Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu (gedek) sudah lapuk dan dipenuhi lubang besar di berbagai sudut, membuat angin malam bebas menusuk ke dalam rumah.

Kondisi bagian dalam rumah pun tak kalah memprihatinkan. Ketika menengok ke atas, struktur rangka atap terlihat keropos dan genting-genting bergeser hingga menciptakan lubang-lubang besar yang memperlihatkan langit secara langsung. Jika hujan deras turun, air dipastikan langsung mengguyur seisi ruangan, termasuk area dapur bertungku kayu bakar dan ruang tidur mereka yang sangat bersahaja. Di bagian belakang, fasilitas MCK dan sanitasi yang ada pun kondisinya sangat darurat.

Meskipun saat ini warga bergotong royong memperbaiki bagian depan yang miring menggunakan tangga dan penyangga bambu seadanya, kekuatan struktur bangunan ini tidak akan bertahan lama. Kondisi ini menjadi “lampu merah” yang memerlukan uluran tangan nyata dari kebijakan pemerintah.

Selain kondisi rumah yang semakin memprihatinkan, warga setempat juga mengaku kecewa karena bantuan yang diharapkan tak kunjung terealisasi. Menurut informasi dari warga, rumah tersebut sebelumnya sudah dua kali dilakukan survei, yakni dari pihak desa dan juga dari tingkat provinsi. Namun hingga kini, selama kurang lebih dua tahun, belum ada tindak lanjut perbaikan.

“Sudah pernah ada survei dua kali, pertama dari desa dan kedua dari tingkat provinsi, tapi sudah dua tahun tak kunjung diperbaiki. Ada apa?” ungkap salah satu warga sekitar.

Warga juga membenarkan bahwa pasangan penghuni rumah tersebut sudah berusia lanjut dan sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait.

Salah seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya turut menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang sebelumnya datang dengan janji bantuan.

“Ya pak, mereka tidak butuh janji. Lebih parahnya lagi pernah ada juga yang datang ingin membantu, dan bukan dari pemerintah, pengakuannya pribadi. Tapi setelah ambil video cerita pendek tiga hari berturut-turut, tidak lama selang seminggu malah kasih kabar pahit. Rumahnya belum bisa dibantu, saya rasa ini oknum,” ujarnya dengan nada kecewa.

Bapak Arwata dan Ibu Umsani kini sangat mengharapkan adanya perhatian dan asistensi jaminan keselamatan dari Pemerintah Kabupaten Serang, Pemerintah Provinsi Banten, serta dinas teknis terkait seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) serta Dinas Sosial.

Warga berharap pihak berwenang dapat segera turun ke lapangan untuk memasukkan rumah pasutri ini ke dalam program bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau program bedah rumah, sebelum terlambat dan memakan korban jiwa akibat bangunan yang ambruk.

Lap : Warga

Post Comment

You May Have Missed