Proyek Revitalisasi SMP Negeri 1 Pamarayan Diduga Tidak Sesuai Standar Operasional Prosedur,Abaikan K3 , Tidak Sesuai Spesifikasi dan di Kerjakan Asal Jadi

Serang ,Globalwijaya.com.– proyek Revitalisasi SMP negeri 1 Pamarayan yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2026 dengan jumlah anggaran Rp.2.382.389.000 ,Pelaksanaan :Panitia pembangunan Satuan pendidikan (P2sp) diduga tidak sesuai Standar operasional prosedur,abaikan Keselamatan dan kesehatan kerja dan tidak sesuai spesifikasi
Hasil investigasi dilokasi revitalisasi SMP negeri 1 Pamarayan ditemukan kejanggalan sebagai berikut;
1.upah pekerja tidak jelas berapanya(tidak transparan)
“Ketidakjelasan upah dalam proyek berisiko melanggar hukum ketenagakerjaan. Pekerja berhak atas upah yang layak, transparan, dan dibayar tepat waktu. Jika upah tidak dibayar atau tidak sesuai kesepakatan, pekerja dapat mengambil langkah hukum, mulai dari negosiasi, pelaporan, hingga gugatan.
2.pekerja dari luar
“Yang seharusnya memberdayakan warga sekitar.Pekerjaan swakelola boleh melibatkan pekerja dari luar atau tenaga ahli, namun sifatnya terbatas sebagai pendukung. Pekerja luar tidak boleh menggantikan peran pelaksana utama.

3.pekerja tidak memakai alat pelindung diri
“Pekerja proyek yang tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) berisiko tinggi mengalami kecelakaan fatal dan penyakit akibat kerja. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Keselamatan Kerja.Menurut UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, kontraktor wajib menyediakan APD dan memastikan pekerja menggunakannya.

4.matrial semen menggunakan merk conch UK 40 kg yang diduga tidak sesuai harga satuan
“dengan harga satuan yang tercantum atau spesifikasinya menyimpang dari kontrak/standar, segera lakukan langkah berikut: tinjau kembali dokumen penawaran, dokumentasikan barang, dan ajukan komplain atau addendum kepada penyedia/pemilik proyek.

5.besi yang digunakan besi banci dan tidak pull yang diduga tidak sesuai spek
6.pihak sekolah baik dari komite dan kepsek pengemban proyek revitalisasi tidak stay di lokasi proyek( lemahnya pengawasan)

Saat awak media mencoba konfirmasi salah satu kerja yang enggan sebutkan namanya mengatakan ,”Semua pekerja disini kurang lebih 13 orang dan dibayar harian tapi tidak tahu hariannya berapa,paling dikasih kasbon saja dan belum terima gaji,Ucap pekerja.
Untuk kepsek dan ketua komite saya tidak tahu ,terkait kedalaman pondasi 1 meter,besi yang dipakai ukuran 12 mm dan cincin ukuran 8 mm,saya dan teman asal kp.jambu – Tunjung Teja kang,Imbuhnya.

Saat awak media globalwijaya mencoba konfirmasi Kamris selaku ketua komite sekolah SMP negeri 1 Pamarayan via what apps terkait proyek revitalisasi tersebut Kamris membalasnya ,”Mohon maaf ini dengan siapa
Dan saat konfirmasi terkait temuan awak media dilokasi ia balas singkat,Iya silahkan dicek aja pa dilapangan,balasnya
Tanpa memberi jawaban yang jelas dan detail tentang temuan awak media.
Saat berita ini tayang kepsek SMP negeri 1 Pamarayan belum dapat dikonfirmasi
Kami selaku kontrol sosial meminta kepada pihak terkait baik dari dinas dindik kab serang dan inspektorat tinjau lokasi proyek revitalisasi tersebut agar pekerjaan ditahap pekerjaan dan diakhir sesuai standar operasional prosedur ,bilamana temuan kami benar adanya tolong tindak tegas.
Red/Tim investigasi
Post Comment