JAGA MORAL GENERASI BANGSA FKDT KOTA CILEGON GELAR UJIAN AKHIR MDTA SERENTAK

Jaga Moral Generasi Bangsa, FKDT Kota Cilegon Gelar Ujian Akhir MDTA Serentak
CILEGON | Globalwijaya.com – Ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kota Cilegon mengikuti pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (UAMDTA) tingkat Ula secara serentak pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda serentak se-Provinsi Banten yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB.
Pembukaan kegiatan UAMDTA di Kota Cilegon dipusatkan secara simbolis di MDTA Al-Khaeriyah Ciwedus oleh Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon, Ahmad Jajuli, S.Ag.
Dalam sambutannya, Ahmad Jajuli berharap agar pelaksanaan ujian tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun non-teknis. Ia menekankan bahwa MDTA merupakan institusi pendidikan fundamental bagi masyarakat Cilegon dalam membentengi moral anak bangsa.
“Membangun akhlak adalah tanggung jawab bersama. MDTA di bawah komando FKDT Kota Cilegon akan terus berkiprah dan berbenah agar semakin maju di bawah binaan Kementerian Agama,” ujar Ahmad Jajuli.
Pihak FKDT juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama atas bimbingan selama ini. Tak lupa, ucapan terima kasih mendalam ditujukan kepada Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Wali Kota Cilegon, Bapak Robinsar.
Pemkot Cilegon melalui pemberian insentif/honor sebesar Rp700.000 per bulan bagi para guru Madrasah Diniyah dinilai sangat berdampak pada semangat pengabdian tenaga pendidik.
“Honor ini membuat para ustaz dan ustazah semakin semangat mendidik anak-anak kami. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota atas perhatiannya terhadap kesejahteraan guru Madrasah,” tambahnya.
Menutup sambutannya, FKDT Kota Cilegon membawa aspirasi dari seluruh kepala madrasah dan guru agar Perda Diniyah segera diberlakukan secara efektif. Pihaknya berharap ijazah MDTA dapat menjadi syarat wajib bagi siswa beragama Islam yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau MTs.
“Harapan kami, ijazah Madrasah Diniyah menjadi syarat masuk sekolah lanjutan. Ini demi memastikan anak-anak Cilegon memiliki bekal kemampuan membaca Al-Qur’an dan memiliki akhlakul karimah. Kita ingin membuktikan bahwa status Cilegon sebagai Kota Santri bukan sekadar slogan, tapi nyata dalam kualitas generasi mudanya,” pungkas Ahmad Jajuli.
Post Comment