KSM Bangun Utomo Dukung Program SMA MANTAP SMAN 1 Kemangkon, Siswa Dikenalkan Potensi Produktif Desa

Globalwijaya, com.PURBALINGGA, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bangun Utomo Desa Panican, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, turut mendukung pelaksanaan Program SMA MANTAP (Akademik, Terampil dan Produktif) SMAN 1 Kemangkon.
Acara Launching SMA MANTAP dihadiri Dwi Sucipto, S.ST., MM., Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah X, Kepala SMAN 1 Kemangkon Laksono Tri Pambudi, S.Pd., Ketua Program SMA MANTAP Tugiyanto, S.Pd., serta Ketua KSM Bangun Utomo Desa Panican Wiwit Sugianto di Desa Panican, Senin (24/8/2026).
Keterlibatan KSM Bangun Utomo menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran berbasis praktik dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik di sekolah, tetapi juga mendapat pengalaman mengenal berbagai kegiatan produktif di desa.
KSM Bangun Utomo Dukung Pembelajaran Berbasis Potensi Desa
Program SMA MANTAP SMAN 1 Kemangkon dikembangkan melalui konsep double track yang memadukan pendidikan akademik dengan keterampilan. Model pembelajaran ini diarahkan untuk memberikan bekal kepada siswa agar dapat melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kewirausahaan setelah lulus.
Bagi KSM Bangun Utomo, keterlibatan dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk menjadikan potensi Desa Panican sebagai ruang belajar bagi generasi muda.
Ketua KSM Bangun Utomo Desa Panican, Wiwit Sugianto, mengatakan pihaknya siap mendukung pembelajaran keterampilan yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengenal secara langsung berbagai potensi yang ada di masyarakat. Mereka bisa melihat, belajar, dan mencoba bagaimana kegiatan produktif dijalankan, sekaligus memahami bahwa potensi di desa juga bisa menjadi peluang usaha,” ujar Wiwit.
Menurut Wiwit, sejumlah sektor di Desa Panican memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomi apabila dikelola secara baik.
“Peternakan, pertanian, perikanan, maupun pengelolaan sampah semuanya memiliki potensi. Kami berharap siswa bisa mengenal bidang-bidang tersebut sejak SMA, sehingga mereka mempunyai keterampilan dan keberanian untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitar mereka,” katanya.
Siswa SMAN 1 Kemangkon Kenal Peternakan hingga Pengelolaan Sampah
Dalam pelaksanaan Program SMA MANTAP, KSM Bangun Utomo menjadi salah satu mitra yang menghubungkan sekolah dengan berbagai potensi produktif di Desa Panican.
Pada bidang pengelolaan sampah, siswa dikenalkan dengan proses pemilahan, pengelolaan, pemanfaatan, hingga potensi nilai ekonomi dari sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai peluang ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Selain pengelolaan sampah, siswa juga berkesempatan mengenal sektor peternakan melalui BUMDes Adhi Mukti Desa Panican. Sementara itu, sektor pertanian diperkenalkan bersama KWT Panca Mandiri Desa Panican dan sektor perikanan melalui Pokdakan Mina Taruna Indah.
(red, sokim)
Post Comment