Hendra Primitif Mengetuk Hati Para Pemuka Agama: Jangan Biarkan Generasi Kehilangan Arah

Hendra Primitif Mengetuk Hati Para Pemuka Agama: Jangan Biarkan Generasi Kehilangan Arah

Globalwijaya.com | Tangerang— Hendra Primitif mengetuk hati para pemuka agama agar tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam membentuk generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, kritis, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan masa depan bangsa.

Hendra menilai, kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, besarnya anggaran, maupun pergantian kepemimpinan. Tanpa pembangunan manusia dan penguatan akhlak, kemajuan hanya akan menjadi angka dan kemegahan yang kehilangan makna.

“Kita jangan hanya sibuk mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi pintar, tetapi lupa mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang benar. Jangan hanya mengejar prestasi, tetapi kehilangan adab. Jangan hanya membangun generasi yang mampu mencari kehidupan, tetapi lupa membangun generasi yang mampu memberi manfaat bagi kehidupan,” tegas Hendra Primitif.

Ia mengingatkan bahwa para pejuang terdahulu mewariskan kemerdekaan bukan sekadar untuk dinikmati sebagai simbol. Mereka berjuang agar generasi penerus memiliki kesempatan untuk belajar, hidup bermartabat, serta ikut membangun negeri.

Karena itu, Hendra mendorong para pemuka agama untuk hadir lebih dekat dengan berbagai persoalan masyarakat, khususnya yang dihadapi generasi muda. Masjid, pesantren, sekolah, majelis keagamaan, serta ruang-ruang sosial, menurutnya, harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan, akhlak, dialog, dan kesadaran kebangsaan.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih banyak belajar dari dunia digital daripada dari keteladanan orang dewasa di sekitarnya. Jangan sampai mereka mencari figur di media sosial karena kehilangan teladan di dunia nyata,” ujarnya.

Hendra juga mengajak pemerintah, tokoh agama, pendidik, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, mendidik generasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah berperan menyediakan ruang dan kebijakan, dunia pendidikan memberikan ilmu pengetahuan, keluarga menanamkan karakter, sementara para pemuka agama memperkuat nilai moral dan spiritual.

Pada akhirnya, lanjut Hendra, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki gedung-gedung tinggi dan jalan yang lebar, tetapi bangsa yang memiliki manusia dengan akhlak yang tinggi, wawasan yang luas, serta kepedulian yang kuat terhadap sesama dan lingkungan.

“Mari kita warisi semangat para pejuang terdahulu. Mereka meninggalkan nama baik, bukan sekadar harta. Mereka meninggalkan perjuangan, bukan kemalasan. Kini giliran kita menentukan, apakah akan meninggalkan generasi yang bangga kepada bangsanya atau generasi yang kehilangan arah karena kita gagal memberikan keteladanan,” pungkas Hendra Primitif.

Post Comment

You May Have Missed