Mengisi Kemerdekaan dengan Pendidikan, Solihin: Jangan Pernah Berhenti Belajar

JAKARTA —
Globalwijaya.com |
Minggu 17/08/2026
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pendidikan dinilai menjadi salah satu cara penting untuk mengisi kemerdekaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Dr.(H.C.) Solihin, A.Md., S.E., M.Pd., Direktur Eksekutif Indonesia Japan Business Network (IJBNet).
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk membebaskan diri dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan keterbatasan kesempatan.
“Bagi saya, pendidikan adalah sebuah perjuangan,” ujar Solihin dalam refleksinya memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ia menceritakan perjalanan pendidikannya yang tidak selalu mudah.
Setelah menyelesaikan sekolah dasar di Depok, Solihin harus meninggalkan orang tuanya dan pergi ke Klender, Jakarta Timur, demi mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Pendidikan SMA juga ditempuhnya di Klender.
Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
“Kalau seseorang mempunyai kemauan untuk belajar, selalu ada jalan yang bisa ditempuh,” katanya.
Pendidikan sebagai Jalan Perubahan
Solihin menilai pendidikan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sarana untuk memperoleh gelar.
Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia agar memiliki ilmu, kompetensi, integritas, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.
Perjalanan pendidikannya sendiri terus berlanjut dari jenjang D3, S1 hingga S2. Ia menyebut gelar yang diperoleh bukan sekadar rangkaian huruf di belakang nama, melainkan bagian dari proses perjuangan meningkatkan kapasitas diri.
“Pendidikan seharusnya membuat seseorang menjadi lebih baik: lebih berilmu, lebih bijaksana, lebih profesional, lebih bermanfaat dan lebih mampu memberikan kontribusi kepada bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan pentingnya pendidikan dengan ajaran Islam.
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dimulai dengan perintah “Iqra”, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5.
Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan betapa pentingnya membaca, belajar, dan memperoleh pengetahuan dalam membangun kualitas manusia.
Menjadi Teladan bagi Generasi Berikutnya
Bagi Solihin, semangat belajar juga memiliki makna penting dalam keluarga.
Ia ingin perjalanan pendidikannya dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya agar memiliki motivasi untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin.
“Orang tua tidak hanya memberikan nasihat kepada anak. Orang tua juga harus memberikan contoh. Jangan hanya berkata kepada anak, ‘Kamu harus rajin belajar’, tetapi tunjukkan bahwa kita sendiri tidak pernah berhenti belajar,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu kekuatan untuk mengubah kehidupan.
Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Nelson Mandela yang menyebut pendidikan sebagai senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
Indonesia, kata Solihin, tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik seperti jalan tol, gedung, kawasan industri dan teknologi. Di balik pembangunan tersebut tetap dibutuhkan manusia yang memiliki ilmu, kompetensi, integritas dan karakter.
Jangan Menyerah karena Keterbatasan
Solihin mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak menjadikan keterbatasan ekonomi maupun keadaan sebagai alasan untuk berhenti belajar.
Menurutnya, saat ini kesempatan memperoleh pendidikan semakin terbuka melalui perguruan tinggi, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, pendidikan daring, kursus, sertifikasi profesional hingga berbagai program beasiswa.
“Kalau belum mampu kuliah dengan biaya sendiri, carilah beasiswa. Kalau belum bisa kuliah di tempat yang diinginkan, carilah alternatif.
Kalau belum memiliki kesempatan belajar secara formal, manfaatkan teknologi dan berbagai sumber pengetahuan yang tersedia,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa belajar bukan hanya kewajiban bagi anak sekolah. Proses belajar merupakan perjalanan manusia sepanjang kehidupan.
Dalam konteks keagamaan, Solihin mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Kemerdekaan Harus Melahirkan Generasi Lebih Baik
Memasuki usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, Solihin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mempertanyakan apa yang telah diberikan negara kepada rakyat, tetapi juga melihat apa yang telah diberikan masyarakat kepada negara.
Menurutnya, salah satu bentuk kontribusi kepada bangsa dapat dilakukan dengan terus meningkatkan kualitas diri, belajar, bekerja, berinovasi, berbagi ilmu, mendidik generasi berikutnya, serta memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Selama kita masih hidup, masih ada sesuatu yang harus dipelajari. Dan selama masih ada kesempatan untuk belajar, tidak ada alasan untuk berhenti memperbaiki diri,” tegasnya.
Ia berharap momentum Hari Kemerdekaan ke-81 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk membangun keluarga yang mencintai pendidikan dan mendorong anak-anak Indonesia agar memperoleh pendidikan setinggi mungkin.
“Marilah kita isi kemerdekaan dengan ilmu. Mari kita dorong anak-anak Indonesia untuk sekolah setinggi mungkin.
Mari kita manfaatkan peluang beasiswa yang tersedia. Mari kita bangun keluarga yang mencintai pendidikan,” ajaknya.
Solihin menegaskan, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga ketika setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk menjadi manusia yang berilmu, mandiri, bermartabat dan bermanfaat.
“Terus belajar. Terus memperbaiki diri. Terus berkontribusi untuk negeri.”
Dr.(H.C.) Solihin, A.Md., S.E., M.Pd.
Direktur Eksekutif Indonesia Japan Business Network (IJBNet)
Rahmat Hidayat
( Kordinator Liputan )
Post Comment