Perkuat Sinergi dan Menjaga Kamtibmas, Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi Dukung Tugas Polda Bengkulu (Alternatif Fokus Kerjasama)

Globalwijaya.com | Bengkulu – Suasana silaturahmi yang hangat terpancar di Markas Polda Bengkulu saat keluarga besar Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi menggelar pertemuan dengan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid. Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan juga momen penting untuk mempererat ikatan sejarah yang menghubungkan masyarakat Bengkulu dengan tanah Bugis, khususnya Wajo, Sulawesi Selatan.
Turut hadir mendampingi Kapolda Bengkulu dalam pertemuan tersebut, antara lain Dirpamobvit Polda Bengkulu Kombes Pol. Agung Kurniawan dan Dirbinmas Polda Bengkulu Kombes Pol. Rudi Hartono. Sementara dari pihak Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi hadir Ketua Pembina Taufik Kamidan, Ketua Umum Acep Nana Harianto, serta para pendiri sekaligus keturunan Bugis Wajo seperti Sofan Wahyudi, Firman, Marta, dan Iman Kurniawan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi menyampaikan bahwa sebagian garis keturunan masyarakat Bangkahulu Tinggi memiliki hubungan historis yang erat dengan keturunan Bugis Wajo, daerah yang juga merupakan asal-usul keluarga Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid.
Ketua Pembina Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi, Taufik Kamidan, menjelaskan bahwa ikatan sejarah tersebut telah berlangsung sejak abad ke-17. Kisah migrasi ini bermula sekitar tahun 1628 saat Daeng Makrupa, putra mahkota Negeri Tujuh Wajo, memilih meninggalkan kampung halamannya.
Berlayar menggunakan kapal pinisi sambil membawa tambo (silsilah keluarga), kapal Daeng Makrupa sempat dihantam badai hingga karam di perairan Inderapura, Sumatra Barat. Setelah selamat, beliau diterima oleh Sultan Inderapura, menikah dengan adik sang sultan, dan dikaruniai putra bernama Sutan Balinam yang dikenal dengan nama Bugisnya, Daeng Mabella.
“Daeng Mabella ini kemudian dipanggil oleh Raja Sungai Lemau dan Kompeni dagang Inggris ke Bangkahulu (Bengkulu) untuk membantu menumpas perampok yang meresahkan masyarakat,” ujar Taufik.
Salah satu pendiri yayasan, Firmansyah, menambahkan bahwa atas keberanian dan kepemimpinannya, Daeng Mabella diangkat menjadi pemimpin Corp Bugis Bangkahulu dan menikah dengan keturunan Datuk Empat Pasar Bangkahulu.
“Kalau diistilahkan dengan zaman sekarang, beliau seperti Kapoldanya Bengkulu pada masa itu, yang bertugas menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat Bengkulu,” jelas Firman.
Dari garis keturunan tersebut lahirlah Daeng Makulle yang terus mempererat hubungan keluarga Bugis dengan para pemimpin adat Bengkulu. Daeng Makulle juga tercatat memiliki peran penting dalam pemerintahan, perdagangan, serta dikenal sebagai salah satu pendiri Masjid Jamik Bengkulu. Menurut Firman, jejak sejarah ini membuktikan bahwa keterikatan Bugis Wajo dan Bengkulu telah menjadi bagian penting dalam pembentukan masyarakat setempat hingga saat ini.
Di tengah maraknya aksi gengster di berbagai wilayah hukum Polda Bengkulu yang kini menjadi atensi khusus kepolisian, penunjukan Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid sebagai Kapolda Bengkulu seakan mempertemukan kembali jejak sejarah masa lalu.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi, Acep Nana Harianto, berharap silaturahmi ini menjadi awal penguatan sinergi antara yayasan dengan Polda Bengkulu. Pihaknya menyatakan siap mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban, melestarikan nilai budaya, serta menciptakan kondusivitas daerah.
“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin. Yayasan siap bersinergi dan mendukung tugas-tugas Polda Bengkulu sesuai tupoksi yang kami miliki demi kemajuan Provinsi Bengkulu,” pungkas Acep.
Post Comment