×

KI REMAN SANCANG BONGKAR SISI LAIN GUNUNG KAWI: “BANYAK ORANG DATANG BUKAN UNTUK PESUGIHAN”

KI REMAN SANCANG BONGKAR SISI LAIN GUNUNG KAWI: “BANYAK ORANG DATANG BUKAN UNTUK PESUGIHAN”

MALANG, Globalwijaya.com — Gunung Kawi kembali menjadi bahan perbincangan publik setelah viralnya berbagai konten media sosial yang menyebut tempat tersebut sebagai lokasi pesugihan para artis, pengusaha, hingga pejabat.
Namun di balik ramainya isu tersebut, pakar spiritual Nusantara Ki Reman Sancang justru mengungkap sisi lain yang menurutnya jarang dipahami masyarakat.
Menurut Ki Reman Sancang, sebagian besar orang yang datang ke Gunung Kawi sebenarnya bukan untuk melakukan pesugihan seperti yang sering dibesar-besarkan di media sosial.
“Banyak orang datang ke sana karena mencari ketenangan batin, tirakat, dan ngalap berkah. Tetapi karena tempat itu sudah lama memiliki citra mistis, akhirnya semua langsung dikaitkan dengan pesugihan,” ujar Ki Reman Sancang.

Gunung Kawi dan Aura Spiritual Jawa
Gunung Kawi dikenal sebagai kawasan spiritual tua di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Di lokasi tersebut terdapat pesarean Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh spiritual Jawa yang sangat dihormati masyarakat sejak zaman dahulu.
Karena nilai sejarah dan spiritualnya yang kuat, tempat itu selama puluhan tahun menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Banyak orang datang untuk:
berdoa,
melakukan tirakat,
meditasi,
puasa,
hingga mencari ketenangan hidup.
Namun lambat laun, berkembang berbagai cerita mengenai orang-orang yang hidupnya berubah setelah datang dari Gunung Kawi.
Mulai dari:
usaha mendadak ramai,
karier meningkat,
hingga kondisi ekonomi yang berubah drastis.

Dari situlah istilah “pesugihan Gunung Kawi” mulai melekat di masyarakat.
Viral karena Rumor Artis dan Pejabat
Belakangan ini media sosial ramai membahas dugaan adanya artis dan pejabat yang diam-diam datang ke Gunung Kawi demi melakukan ritual tertentu.
Isu tersebut semakin viral setelah muncul berbagai video yang mengaitkan tempat itu dengan:
kekayaan instan,
popularitas,
penglarisan,
hingga kekuasaan politik.
Meski sebagian besar rumor itu tidak pernah terbukti, publik tetap penasaran karena Gunung Kawi memang sudah lama dikenal sebagai tempat yang penuh misteri.
Ki Reman Sancang menilai fenomena ini terjadi karena masyarakat selalu tertarik pada hubungan antara dunia spiritual dan kesuksesan seseorang.
“Kalau ada orang tiba-tiba sukses besar, masyarakat sering mencari penjelasan mistis di baliknya. Akhirnya tempat seperti Gunung Kawi selalu menjadi sorotan,” jelasnya.

Misteri Pohon Dewandaru
Salah satu ikon paling terkenal di kawasan Gunung Kawi adalah Pohon Dewandaru.
Pohon tersebut dipercaya memiliki aura keberuntungan dan sering dikaitkan dengan rezeki.
Konon, siapa saja yang mendapatkan daun atau buah Dewandaru yang jatuh secara alami dipercaya akan memperoleh keberuntungan dalam hidupnya.
Karena itulah banyak peziarah rela menunggu semalaman di bawah pohon tersebut.
Menurut Ki Reman Sancang, kepercayaan seperti ini merupakan bagian dari simbol budaya spiritual Jawa.
“Dalam budaya Nusantara, pohon tua sering dianggap simbol kehidupan dan harapan. Dewandaru akhirnya dipercaya membawa energi keberuntungan secara spiritual,” katanya.

Energi Spiritual Bukan Jalan Pintas
Meski begitu, Ki Reman Sancang menegaskan bahwa ritual spiritual tidak bisa dijadikan jalan instan untuk menjadi kaya.
Ia menjelaskan bahwa dalam dunia kebatinan Jawa terdapat keyakinan mengenai energi kolektif spiritual yang terbentuk dari:
doa,
semedi,
meditasi,
dan tirakat selama ratusan tahun.
Namun energi tersebut, menurutnya, hanyalah bentuk penguatan batin.
“Energi spiritual hanya membantu membuka jalan dan memperkuat keyakinan seseorang. Tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada usaha, mental, dan tindakan nyata,” ungkapnya.
Antara Budaya, Mistik, dan Sugesti
Hingga kini Gunung Kawi tetap menjadi salah satu simbol mistik terbesar di Indonesia.
Sebagian orang percaya tempat itu benar-benar memiliki energi gaib.
Namun sebagian lainnya menganggap semua itu hanyalah efek sugesti, psikologi, dan keyakinan manusia yang diwariskan turun-temurun.
Meski demikian, Ki Reman Sancang menilai Gunung Kawi tetap memiliki posisi penting dalam budaya spiritual Nusantara.

“Gunung Kawi bukan hanya soal pesugihan. Tempat itu adalah bagian dari sejarah spiritual Jawa yang sudah hidup sangat lama di masyarakat,” tutup Ki Reman Sancang.

Post Comment

You May Have Missed