×

SDN CIKIRUH WETAN 2 CIKESIK DIDUGA TIDAK PAHAM PERUNTUKAN ANGGARAN BOS

SDN CIKIRUH WETAN 2 CIKESIK DIDUGA TIDAK PAHAM PERUNTUKAN ANGGARAN BOS

Pandeglang,Global Wijaya.com.- SDN CIKIRUH WETAN 2 di Kampung Babakan Bandung Kec.CIKESIK Kab Pandeglang terpantau awak media tak merawat sekolah diduga ada unsur lain
(Senin 23; februari 2026 )

Bangunan sekolah terlihat  kumuh dan kotor sehingga mengundang beragam jenis pertantaan publik

Kondisi ini kini menjadi sorotan publik, khususnya di SDN CIKIRUH WETAN 2.Kapung Babakan Bandung Kec.cikesik Kab.pandeglang.

Pemandangan yang tidak elok ini sontak membuat pertanyaan publik .
yang padahal diranah pendidikan sudah di siapkan Anggaran perawatan sekolah melalui Dana BOS
(Bantuan Operasiona Sekolah),
Pengelolaan Dana Bos disekolah ini terdapat . minimnya transparansi dan dugaan sejumlah penyimpangan, terutama dalam anggaran perawatan menjadi pemicu utama.
Dalam hal
‎Sorotan publik yang menguat tertuju pada pengelolaan BOS terutama pada sektor perawatan yang diperuntukan ketahap 1 ( satu,) 2026 yang tak tampak di sekolah ini sangat jelas kejanggalanya.

‎“Kami mencium ada indikasi dugaan kuat penyalahgunaan BOS, termasuk dana perawatan yang tidak jelas realisasinya. Ini bukan tuduhan, tapi permintaan transparansi,” ujar salah satu Korlap Awasi (Aliansi Wartawan Selatan Indonesia) Bapak ORI .

‎Dengan adanya tahap satu yang tak tampak jelas peruntukannya ‘ lanjut beliau ” pada awak media global Wijaya diduga ketidak sesuaian antara dokumen perencanaan dan realisasi di lapangan saat ini .
Atau pola tahun sebelumnya khawatir anggaran BOS yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan sekolah justru tidak memberikan dampak signifikan, bahkan berpotensi disalahgunakan. “Katanya.”

‎Ia mendesak Inspektorat Kabupaten Pandeglang untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan mendalam. Ia menilai tanpa audit terbuka, dugaan penyelewengan Dana BOS berpotensi terus berulang.dimana

‎“Kalau tidak diaudit, dugaan ini bakal terus ada. Kami meminta kepada Inspektorat Daerah jangan diam saja, karena BOS itu uang rakyat,” pungkasnya.

‎dan saya berharap pula ke Pemerintah di Dinas pendidikan kabupaten Pandeglang segera mengambil langkah tegas agar Dana BOS benar-benar menjadi instrumen untuk perawat sekolah, bukan sekadar proyek tanpa hasil yang jelas.tegasnya.

Peraturan terbaru tentang Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) diatur dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, yang menggantikan aturan sebelumnya (Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022/2023). Aturan ini mengatur teknis pengelolaan dana BOS Reguler, BOS Kinerja, serta BOP PAUD dan Kesetaraan tahun 2025/2026, termasuk penyaluran, penggunaan, dan pelaporan yang lebih fleksibel. 

Poin Penting Peraturan Dana BOS 2025/2026 (Permendikdasmen No. 8 Tahun 2025):

Penggunaan Dana: Digunakan untuk operasional sekolah, termasuk penerimaan peserta didik baru, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran, dan honor guru.

Komponen Honor: Maksimal 20% untuk sekolah negeri dan 40% untuk sekolah swasta dari 50% alokasi dana tahunan.

Pemeliharaan: Maksimal 20% untuk sarana prasarana.

Pengadaan Buku: Minimal 10% dari dana untuk komponen pengembangan perpustakaan.

Prinsip Pengelolaan: Harus efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Penggunaan didasarkan pada hasil evaluasi diri sekolah dan kesepakatan tim BOS, guru, dan komite sekolah.

Penanggung Jawab: Kepala sekolah bertanggung jawab penuh secara administratif dan hukum. 

Penyaluran dana BOS dilakukan langsung ke rekening sekolah dan digunakan setelah dana masuk. Laporan penggunaan wajib disampaikan melalui sistem yang ditentukan (seperti ARKAS,)

Uraian diatas adalah bukti bahwa pemerintah sudah mempersiapkan agar sekolah tetap terjaga dalam porsi pemeliharaan .

Sampai saat ini pihak sekolah belum melakukan klarifikasi saat berita diturunkan .pihak media mencoba menghubungi kep.sekolah ini namun tidak ada respon .

Menurut informasi yang diterima oleh media ,
sekolah ini terdapat jumlah murid hingga _+ 200 siswa- siswi yang tersirat mencukupi untuk merawat gedung sekolah .
Red/Ahyar

Post Comment

You May Have Missed